Kamis, 18 Februari 2010

JUAL BELI TANAH DI DESA KATIKAN KECAMATAN KEDUNGGALAR KABUPATEN NGAWI

Penelitian Ini Diajukan Sebagai Tugas Pada

Mata Kuliah “Hukum Pertanahan”


Oleh ;

ZAKY MUBAROK SARMADA

210107037

Dosen Pengampu :

Bpk. MARSUDI M. Hum

SYARIAH AHWAL SYAHSIYAH

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI

STAIN PONOROGO

2010


PROSES JUAL BELI TANAH DI DESA KATIKAN KECAMATAN KEDUNGGALAR KABUPATEN NGAWI

Kebutuhan masyarakat akan tanah saat ini sangatlah besar, hal ini dapat dilihat dari banyaknya transaksi jual beli tanah yang dilakukan di masyarakat. Banyaknya jual beli tanah yang dilakukan di masyarakat tersebut tidak dapat dilepaskan dari keberadaan perjanjian jual beli tanah dan variabel-variabel hukum lain yang terkait dengan perjanjian jual beli tanah tersebut. Dalam kaitan itu saya ingin menuliskan hasil daripada wawancara saya dengan bapak sekdes katikan. Adapun hasilnya adalah: Proses Jual Beli Tanah di desa saya yaitu para warga yang hendak jual beli tanah pergi ke kantor kelurahan untuk mengurusi administrasi jual beli yang dihadiri penjual dan pembeli tanah tersebut. Setelah diterima oleh perangkat desa, data-data tanah diteliti dahulu antara lain luas, tempat, pemilik,. Setelah data-data selesai diperiksa secara sah dan terjadi kesepakatan jual beli yang disaksikan oleh perangkat Desa saya. kemudian akan dibuatkan surat pernyataan jual beli dilampirkan materai yang berisi data-data antara lain : harga tanah, kelas tanah, luas, tempat, saksi dan pemilik tanah.kemudian Ditanda tangani kedua belah pihak dan mengetahui Kepala Desa..

Untuk proses sertifikat tanah berkas yang sudah ditanda tangani oleh kedua belah fihak dan bermaterai tersebut kemudian diserahkan kepada fihak kecamatan,. si penjual dan si pembeli harus datang ke Kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) untuk membuat akta jual beli tanah. PPAT adalah Pejabat umum yang diangkat oleh Kepala Badan Pertanahan Nasional yang mempunyai kewenangan membuat akta jual beli dimaksud. Karena daerah kami belum belum cukup jumlah PPAT-nya, Camat karena jabatannya dapat melaksanakan tugas PPAT membuat akta jual beli tanah.

Dalam proses sertifikat tanah ada dua macam :

1. Balik nama. Yaitu : pembeli tanah yang sudah ada sertifikat, tinggal mengganti nama pemilik nama. Dalam proses sertifikat ini paling cepat biasanya satu bulan.

2. pengukuran. Yaitu : petugas survey ke tempat tanah yang akan di sertifikat. Dalam hal ini, petugas menggambar, mengukur, memberi tanda tanah untuk dijadikan sebagai bukti tanah. Dalam hal ini petugas harus benar-benar menuliskan fakta yang sejelas-jelasnya, agar tidak ada kesalahan dikemudian hari. Dalam proses sertifikat ini paling cepat biasanya enam bulan. Bahkan bisa bertahun-tahun.

(Bpk.. Ali Sahid)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar